Welcome to MUBI.
Your online cinema. Anytime, anywhere.

Reviews of New York, I Love You

Displaying all 3 reviews

back to New York, I Love You

Picture of Amir Syarif Siregar

Amir Syarif Siregar

20Apr10

Dari produser film Paris, Je T’aime, New York, I Love You adalah sebuah film yang mengumpulkan 11 film pendek karya 10 sutradara film dunia, dimana masing-masing segmen film berdurasi sepanjang 10 menit. Berbeda dengan Paris, Je T’aime, dimana setiap cerita tidak memiliki hubungan antar satu dengan yang lainnya, di film ini beberapa karakter di satu cerita terhubung dengan karakter yang berada di cerita lainnya.

Seperti pendahulunya, New York, I Love You memberikan variasi kisah cinta dengan latar belakang lokasi di kota New York. Dan seperti ingin memberikan gambaran mengenai warga New York yang terdiri dari berbagai macam ras dan kelompok, New York, I Love You juga sedikit menyinggung beberapa kisah cinta dengan selipan perbedaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang ada di kota tersebut.

Dari 11 cerita yang ditawarkan, harus diakui tidak seluruhnya dapat dinikmati. Beberapa diantaranya bahkan hanya berlalu begitu saja tanpa kesan, dan menimbulkan tanda tanya pada para penontonnya. Sayangnya, kisah ‘membingungkan’ tersebut salah satunya ditempatkan di awal film ini. Kisah yang disutradarai oleh Jiang Wen dan dibintangi oleh trio Hayden Christensen, Rachel Bilson dan Andy Garcia ini, sebenarnya tidak dapat dikatakan ‘membingungkan’ juga. Namun kosong, tanpa kesan apapun. Akting yang diberikan oleh ketiga aktor ini, terutama Christensen sebagai pemeran karakter utama, juga sangat tidak memuaskan dan tanpa jalinan chemistry yang kuat.

Awal yang lemah ini tentu memberikan sedikit kekurangantusiasan penonton untuk melanjutkan perjalanan ke kisah berikutnya, yang sialnya, juga sepertinya masih akan belum mampu meningkatkan penilaian penonton akan film ini. Barulah pada kisah ketiga, yang diustradarai oleh sutradara asal Jepang, Shunji Iwai, dan dibintangi Orlando Bloom dan Christina Ricci, mungkin arah film ini dapat mulai terlihat jelas dengan unsur romantisme yang mulai benar-benar terasa.

Tidak seperti Paris, Je T’aime yang dapat memberikan berbagai kisah cinta dari berbagai sudut pandang, dan bersifat universal, New York, I Love You nyaris seluruhnya berisikan kisah-kisah cinta standar antara seorang karakter pria dengan seorang karakter wanita. Hasilnya, tidak ada suatu nilai tambah yang dapat diberikan pada film ini. Momen-momen terbaik pada film ini berada di kisah ketiga (karya sutradara Shunji Iwai), kisah kelima (karya sutradara Brett Ratner dan dibintangi Anton Yelchin, James Caan, Olivia Thirlby dan Blake Lively), kisah kesembilan (karya sutradara Yvan Attal dan dibintangi Chris Cooper dan Robin Wright Penn) serta kisah terakhir yang ada di film ini, yang menurut saya terbaik, (karya sutradara Joshua Marston dan dibintangi aktor dan aktis gaek, Eli Wallach dan Cloris Leachman). Kisah-kisah itu sendiri, menarik bukan sepenuhnya karena faktor cerita yang ada, melainkan karena para pemerannya yang mampu menghidupkan kisha cerita yang ada.

Satu hal yang membuat perbedaan begitu mencolok antara film ini dengan Paris, Je T’aime adalah New York tidak memiliki sub-daerah yang memiliki variasi yang kental seperti yang dimiliki Paris. Ini membuat latar belakang lokasi masing-masing cerita di film ini terasa berada di tempat yang sama. Para sutradara yang menyumbangkan karyanya di New York, I Love You juga dapat dikatakan belum mampu menyamai hasil-hasil yang diberikan oleh para sutradara di film sebelumnya. Lemahnya jalan cerita, plus dengan singkatnya durasi cerita yang ada, membuat New York, I Love You gagal untuk memberikan kesan romantisme yang seharusnya dapat diberikan. Bukan sebuah pencapaian yang buruk, namun dengan nama-nama besar yang ada, seharusnya film ini mampu memberikan kesan yang setidaknya menyamai dengan kesan yang ditinggalkan Paris, Je T’aime pada para penontonnya.

Rating: 3 / 5

  • Currently 3.0/5 Stars.
Picture of omingura

omingur​a

12Feb10

Look, I commend our American counterparts for attempting for making an anthology film about the day in the life of a New Yorker. My problem with it is that the film makers try so fucking hard to pander to the hip crowd—trying to be cool and cleaver for the sake of being cool and cleaver. When you compare this film with “Paris Je Taime”, New York is an entirely different animal altogether. Considering the fact that this is an omnibus film, one can see the limitless opportunities that this film should’ve had in the first place.

The BIG flaw that this film has is that none of the stories move beyond the confines of Manhattan, which is a true misrepresentation of what the true spectrum: Harlem, Brooklyn, Staten Island, and Queens. Sure, there were some funny moments, but not enough to keep us connected with the characters on screen, with the exception of the heartbreakingly hilarious Prom Date segment with James Caan and Anton Yelchin. and the two additional segments directed by that touched on subject matter that was very sensitive and heartwarming.

The overall structure of the film proved to be a compendium of monochromatic nonsense. There wasn’t even a title for each short film accompanied with its respective director. I sense that when the screenplay was written, I’m pretty sure that they had the following influences in mind: Robert Altman, Woody Allen, and Martin Scorsese. Only they decided to remove the nitty gritty elements of what made their visions so unique and evocative and water it down to the most mundane piece of shit one can ever write for a film about the Big Apple.

The really big reason why this film faltered, was that the screenwriters decided to throw completely new material every five or ten minutes after the conclusion of each short. At least its predecessor had the courage to tell a story that had this massive roster of characters, and yet come together at the very end. The film’s structure, for the most part, heavily relies on Happenstance situations that make to sense whatsoever.

When all is said and done, it is a vain effort by the film makers to recreate a New York that is beyond the posh and simply tell the truth about the people that reside in this rough, but magical city. Sadly, the material fall flat like any other hipster product out there.

My Rating:

HIGH RENTAL

  • Currently 2.0/5 Stars.
Picture of Artemis

Artemis

3Jan10

It would be a real mistake to assume that “New York, I Love You” takes after its masterful predecessor “Paris, je t’aime.” Unlike the nostalgic and enchanting atmosphere of the latter, “NY, I Love You” seems forced and often pretentious. The characters are remote and uninterested, the actors wooden, and there is a severe lack of the city’s atmosphere, which ultimately, is supposed to elevate the film. The essence of the film is lost through clever-turned-overdone direction by many of the directors, and while some nice views of New York are given, there is no real connection between the storylines and the city.

The only redeeming factor is the unexpectedly touching segment directed by Shekhar Kapur and starring Julie Christie and Shia LaBoeuf. It is a shame none of the other segments quite reached its level.

  • Currently 1.0/5 Stars.