Watch unlimited films online for $6.99.
Try MUBI for FREE.
 

Ponyo: dongeng magis yang gak ada penjahatnya

By homer harianj​a on August 13, 2010

Miyazaki kembali. Kali ini dengan Ponyo. Sebuah kisah yang tidak jauh dari tema persahabatan dan alam, yang banyak menjadi ciri dalam film Miyazaki. Ponyo berkisah tentang seekor goldfish yang bernama Ponyo. Suatu hari dia kabur dari rumahnya di kedalaman dasar laut. Ponyo punya masalah dengan bapaknya, seorang ahli magis yang sangat benci dengan manusia. Dalam perjalanannya itu Ponyo terjebak dalam sebuah botol hingga dia terdampar di sebuah dasar tebing. Ponyo kemudian ditemukan oleh Sosuke seorang bocah yang kebetulan sedang bermain di dasar tebing tersebut. Sosuke yang melihat seekor ikan terjebak dalam botol, lansung memungut dan mencoba mengeluarkan ikan itu dari botol. Karena tidak bisa ditariknya ikan tersebut, Sosuke langsung saja memecahkan botol tersebut dan pecahannya membuat jarinya tersayat. Ponyo yang baru saja diselamatkan bak seekor anjing langsung menjilat jari Sosuke yang tersayat.

Ponyo bukanlah ikan biasa. Bayangkan bapaknya saja seorang wizard, ibunya goddess of sea. Jadilah Ponyo sebuah kisah fantasi yang imajinatif dan magis. Ponyo yang memiliki darah manusia dari bapaknya, berhasrat menjadi manusia. Ponyo ingin punya tangan dan kaki. Kedekatannya dengan Sosuke membuatnya ingin seperti itu. Mutasi Ponyo menjadi manusia membawa dampak pada alam. Bumi terancam. Apalagi kawasan Sosuke tinggal yang dekat dengan laut. Tsunami siap menerjang.

Tokoh-tokoh dalam film ini digambarkan dalam animasi yang imut dan manis. Hampir tidak ada karakteristik tokoh yang buruk, dengan garis-garis yang menyiratkan kebengisan atau jahat. Yang agak horor adalah ombak-ombak yang memiliki mata. Pendeknya animasinya sangat menyenangkan dan enak dilihat. Colourful persis sebuah coretan crayon anak-anak dalam pelajaran menggambar