MUBI brings you a great new film every day.  Start your 7-day free trial today!
Watch a new film every day for $4.99.
Try MUBI for FREE.
 

REVIEW FILM ANAK ALAY ABABIL PART III: Reservoir Dogs (1992) Review.

By yuriwal​ker on September 23, 2012

“Let me tell you what ‘Like a Virgin’ is about. It’s all about a girl who digs a guy with a big dick. The entire song. It’s a metaphor for big dicks. "

Adegan pertama film dimulai,saat sang sutradara,yang entah kenapa ikut bermain disini mengucapkan kalimat pertama yang membahas lagu “Like A Virgin”-nya Madonna,sekumpulan pria-pria yang memakai Jas,lengkap dengan dasi sedang duduk bersama2 di suatu kafe,menikmati sarapan mereka,dan membahas hal-hal yang membuat sebagian penontonnya kebingungan,sekaligus tertawa kecil dengan joke2 galau yang dilontarkan oleh Quentin Tarantino,atau yang kita kenal di film ini,beliau berperan sebagai Mr.Brown,yah,oke,mereka ngomong ngalur ngidul engga jelas,penonton yang memiliki BlackBerry atau smartphone mulai mengecek bunyi-bunyian ping mereka,atau sekedar mengecek adakah yang memention nama mereka di twitter,Quentin Tarantino jelas mulai nunjukin taring awal yang mungkin nantinya akan menjadi ciri khas dia di film-filmnya macam Pulp Fiction,Jackie Brown,dan Inglorius Basterd ,“sering nampilin dialog yang ga ada hubungannya dengan filmnya sendiri”,sehingga ya,well,ada yang suka dengan Style-nya,ada juga yang engga,penonton kemudian diperhadapkan dengan adegan slow motion saat sekumpulan orang ini keluar dari kafe,berjalan dengan penuh gaya dan diiringi dengan lagu “Little Green Bag”,entah kenapa adegan yang seharusnya menampilkan scene intro pembuka biasa berubah menjadi dinamis berkat iringan lagu menghentak itu,ditambah efek slow-mo,plus,penampilan tiap karakter yang memakai kacamata hitam,oke,mereka ini sekumpulan Anjing,anjing Reservoir Dogs,yang siap menggiti satu sama lain,dan tentu saja,penonton akan dikejutkan dengan adegan selanjutnya yang bisa dikatakan….."WHAT THE FUCK IS THIS SHIT!?

Quentin Tarantino,dalam karya terbaiknya ini menceritakan tentang sekelompok perampok yang ingin merampok batu permata di sebuah bank,oke,ini film Heist,ini film perampokan,ini film yang menceritakan sekelopok orang yang ingin mencuri sesuatu,ya well,fuck that shit,it’s too mainstream,it’s too fucking mainstream,tapi,bayangkan jika setting yang diambil setelah perampokan itu,penonton akan dipaksa oleh Tarantino untuk membikin imajinasi sendiri seperti apa kejadiannya barusan,yaa,tebak-tebak manggis lah kalo boleh dibilang.berbeda dengan film yang hanya merencanakan pencurian biasa macam The Killing Kubrick,atau Heat Michael Mann,Reservoir Dogs membuat penonton lebih terkejut lagi berkat element “Siapa serigala diantara sekelompok domba tak berdosa ini”,alias,ada polisi yang nyamar sebagai salah 1 perampok di tim mereka,hmmm,i see what you did there Quentin.

Seperti yang kita ketauhi,Quentin Tarantino itu rajanya film dengan dialog yang banyak,gw bahkan ga bisa ngitung berapa kali kalimat fuck diucapkan disini,100?,200?,mungkin lebih,ngalahin jumlah kalimat “fuck” yang sering dilontarkan Frank Booth di Blue Velvet,settingnya sendiri tidak jauh dari mana-mana,hanya dalam sebuah bangunan,yang menarik,mungkin nantinya akan ada adegan flashback yang menampilkan profiling masing-masing karakter,tapi tetap,settingnya cuman disitu,hanya berada di sebuah bangunan,tempat para anjing-anjing kita ini berburu anjing yang berkhianat,film yang kaya dengan dialog?,mungkin,karena Tarantino berhasil membuat penonton tidak sadar berapa banyak sudah waktu yang terlewat berkat kalimat2 goblok yang diucapkan,yaaah,ngelatih Grammar bahasa inggris kotor lah untuk anak2 SMA seumuran gw,ah,ga cuman dialog,Quentin Tarantino itu sering banget bikin adegan tak terduga di film-filmnya,mari kia ambil contoh di Pulp Fiction,dimana Vincent Vega di ******** sama Bruce Willis,atau di Inglorius Basterds saat sang Hitler di ********* oleh gerombolan “Inglorious Basterds”,Non-linear itu kalimat yang lebih “suit” ke gaya penceritaan Tarantino dibanding melabeli Tarantino dengan raja film adegan tak terduga,dan tentu saja,Reservoir Dogs sering menampilkan adegan tak terduga,eh,non-linear,ditambah Twist di pertengahan cerita yang sepertinya akan dipakai M Night Shaymalan di Devil (2010),gw yakin,M.Night Shyamalan pasti ngambil twist mautnya itu dari Reservoir Dogs,pasti,itu pasti.

Persahabatan,Kesetiaan,Perampokan,Kejahatan,dan Pengkhianatan,tema2 itu seakan-akan sering terlihat dalam film-film Quentin Tarantino,dengan budget film se-adanya dan se-ikhlasnya,sang sutradara film banyak bacot ini berhasil narik intisari dari tema-tema film berengsek yang sering bergentayangan di genre crime-thriller,“Loyalty and Betrayal”,2 kata itu saling bangun membangun dalam sebuah film dengan tema yang kotor,sepertinya gw harus melakukan tepuk tangan penuh kebencian seperti yang dilakukan Mr.White terhadap Mr.Blonde berkat kegilaan Mr.Blonde yang membantai orang-orang di bank,gw mau melakukan tepuk tangan meriah penuh kebencian sekaligus kekaguman terhadap para aktor-aktor laknat disini,lebih utamanya gw tujukan kepada Tim Roth,Harvey Keitel,Michael Madsen,Steve Buscemi,dan Chriss Penn yang dengan gemilangnya,berhasil membuat film ini yang awalnya jahat,jadi lebih jahat lagi,props to them,Quentin Tarantino berhasil menyatukan chemitry para ensemble cast yang hebat-hebat ini dalam suatu film yang nantinya,akan menjadi sebuah cult yang tak terlupakan,bravo Quentin!

Jangan ngarep adegan Action yang berlebihan di Reservoir Dogs kayak di Kill Bill,karena R.D itu nampiln adegan eksyen yang sederhana dan gak terkesan berlebihan,gak ada istilah 1 orang ngebunuh 10 orang tanpa kena goresan peluru sedikit-pun,adegan todongan pistol antar karakter udah cukup buat ngegantiin adegan tembak-tembakan 4 mobil polisi meledak,R.D tampil natural dan sederhana,namun kalimat sederhananya itu bisa diganti dengan kalimat “Sederhana yang gak biasa”,dan setelah berbagai konflik dan flashback,beserta twist mautnya itu,R.D diakhiri dengan klimaks yang membuat penontonnya melongo sekaligus tercengang berkat adegan mexican stand offnya yang gila itu kemudian disusul dengan raungan sadis yang membuat para viewernya kena after-effect goosebumps nan menggenaskan,Quentin Tarantino membungkus semuanya dan mengakhiri semuanya dengan cara yang aneh,nyenterik,dan agak absurd,membuat para penontonnya menghujat endingnya namun masih terkagum-kagum dengan klimaks yang disodorkan,akhir kata,gw sendiri yang dulunya lebih suka Pulp Fiction dibanding R.D,setelah nonton R.D untuk kedua kalinya,gw sadar,R.D itu keren,gila,dan terlalu Overpowered,gw udah nonton film ini 4 kali dan entah kenapa masih ga bosan-bosan,apalagi gw udah sering banget ngulang2 adegan Mr.Blonde nyiksa polisi itu,sepertinya gw emang udah ketularan Psycho ama Mr.Blonde,Pulp Fiction itu Masterpiece-nya Quentin Tarantino?,Bitch Please,Reservoir Dogs FTW.

“Listen kid, I’m not gonna bullshit you, all right? I don’t give a good fuck what you know, or don’t know, but I’m gonna torture you anyway, regardless. Not to get information. It’s amusing, to me, to torture a cop. You can say anything you want cause I’ve heard it all before. All you can do is pray for a quick death, which you ain’t gonna get. "

#ngeluarinpisaucukurcukuranjenggot

“You ever listen to K-Billy’s “Super Sounds of the Seventies” weekend? It’s my personal favorite. "